MANFAAT MEDIA PEMBELAJARAN DI KELAS
A. Pendahuluan
Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Di dalam proses pembelajaran guru merupakan faktor yang sangat dominan untuk menjadikan pembelajaran tersebut menarik dan sesuai dengan indikator pencapaian hasil belajar. Tugas guru dalah menyampaikan materi pelajaran kepada siswa melalui interaksi komunikasi dalam proses belajar mengajar yang dilakukannya. Interaksi dalam proses pembelajaran tersebut dipengaruhi oleh lingkungan tempat belajar yang antara lain terdiri dari murid, guru, petugas perpustakaan, kepala sekolah sebagai penentu kebijakan tertinggi di sekolah, bahan atau materi pelajaran (buku, koran, majalah, modul, rekaman video dan audio, dan yang sejenisnya), dan berbagai sumber belajar dan fasilitas yang tersedia (televisi, radio, tape recorder, computer, pepustakaan, laboratorium, dan lain-lain).
Proses komunikasi selalu mengalami kemajuan, terutama sejak Gutenburg bangsa Jerman pada tahun 1456 menemukan mesin cetak yang masih sederhana. Ia adalah seorang pelopor mesin cetak modern. Selanjutnya diikuti oleh Samuel F.B Morse yang telah dapat mengirim berita lewat kawat dari Baltimore ke Washington pada tahun 1844, sehingga lahirlah telegraf. Pada tahun 1875 untuk pertama kali Alexander Graham Bell telah dapat melakukan percakapan lewat telepon. Demikian seterusnya, perubahan dan perkembangan alat komunikasi sangatlah pesat sampai pada saat ini.
Komunikasi memegang peranan sangat penting dalam pengajaran. Agar komunikasi antara guru dengan siswa berlangsung baik dan informasi yang disampaikan guru dapat diterima siswa, guru perlu menggunakan media pengajaran.
B. Tingkat Pengalaman Manusia
Manusia memperoleh pengalaman melalui beberapa tingkatan yaitu :
1. Pengalaman melalui kata-kata. Proses belajar pada lefel ini, guru menyampaikan infomasi kepada peserta didik hanya dengan berbicara (verbalisme).
2. Pengganti pengalaman nyata. Dalam proses belajar mengajar murid tidak hanya mempelajari hal-hal yang ada sekarang ini tetapi juga peristiwa-peristiwa yang lampau. Penyampaian materi yang berasal dari pengalaman nyata memerlukan pengganti yakni dengan mengikut sertakan media pengajaran dalam proses belajar mengajar.
3. Pengalaman nyata. Pengalaman nyata merupakan cara pengajaran yang efektif karena dapat mengikut sertakan semua indra manusia. Siswa akan memperoleh pengertian secara langsung dan ikut serta berpartisipasi di dalam kegiatan yang sedang dibicarakan
C. Pengertian Media
Media secara harfiah memiliki arti ”perantara” atau “pengantar”. Association for Education and Communication Technology (AECT) mendefinisikan media yaitu segala bentuk yang dipergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi. Sedangkan National Education Association (NEA) mendefinisikan sebagi benda yang dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrument yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar, dapat mempengaruhi efektifitas program instruksional.
Dari definisi-definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian media merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan kepada siswa untuk merangsang pikiran, perasaan, dan kemauannya sehingga dapat mendorong terjadinya aktifitas belajar pada diri siswa.
Dalam kegiatan belajar-mengajar, sering pula pemakaian kata media pembelajaran digantikan dengan istilah-istilah seperti alat pandang-dengar, bahan pengajaran (instructional material), komunikasi pandang-dengar (audio-visual communication), alat peraga pandang pendidikan (visual education), teknologi pendidikan (educational technology), alat peraga, dan media penjelas.
Ciri-ciri umum yang terkandung pada setiap batasan tentang media diatas adalah
1. Media pendidikan memiliki pengertian fisik (hadware), yaitu suatu benda yang dapat dilihat, didengar, atau diraba dengan panca indra.
2. Media pendidikan memiliki pengertian non fisik (software), yaitu kandungan pesan yang terdapat dalam perangkat keras yang merupakan isi yang ingin disampaikan kepada siswa.
3. Penekanan media pendidikan terdapat pada visual dan audio.
4. Media pendidikan memiliki pengertian alat bantu pada proses belajar
5. Media pendidikan digunakan dalam rangka komunikasi dan interaksi guru dan siswa dalam proses pembelajara
6. Media pendidikan dapat digunakan secara massal, kelompok besar dan kelompok kecil, maupun perseorangan.
7. Sikap, perbuatan, organisasi, strategi, dan manajemen yang berhubungan dengan penerapan suatu ilmu.
D. Urgensi penggunaan media.
Penggunaan media dalam proses belajar-mengajar mempunyai nilai-nilai praktis sebagi berikut :
1. Media dapat mengatasi berbagai keterbatasan pengalaman yang dimiliki siswa atau mahasiswa.
2. Media dapat mengatasi ruang kelas.
3. Media memungkinkan adanya interaksi langsung antara siswa dengan lingkungan.
4. Media menghasilkan keragaman pengamatan.
5. Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, kongkrit, dan realistis.
6. Media dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru.
7. Media dapat membangkitkan motivasi dan merangsang siswa untuk belajar.
8. Media dapat memberikan pengalaman yang integral dari suatu yang konkrit sampai kepada yang abstrak.
E. Fungsi dan Manfaat Media Pendidikan.
Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.
Levie & Lentz (1982) mengemukakan empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual, yaitu :
1. Fungsi atensi, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.
2. Fungsi afektif, gambar atau lamabang visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa.
3. Fugsi kognitif, yaitu mmeperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar atau visual.
4. Fungsi kompensatoris, yaitu membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali.
Media pembelajaran menurut Kemp & Dayton (1985:28), dapat memenuhi fungsi utama apabila media itu digunakan untuk perorangan, kelompok, atau kelompok pendengar yang besar jumlahnya, yaitu :
1. Memotivasi minat atau tindakan.
2. Menyajikan informasi.
3. Memberi instruksi.
Berbagai manfaat media pembelajaran telah dibahas oleh banyak ahli diantaranya Kemp & Dayton (1985:3-4), Dale (1969:180), Sudjana & Rivai (1992:2), Encyclopedia of Education Researh dalam Hamalik (1994:15) mengemukakan beberapa manfaat praktis dari penggunaan media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar sebagai berikut :
1. Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar proses belajar dan meningkatkan hail belajar.
2. Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya, dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan minat dan kemauannya.
3. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indra, ruang, dan waktu.
4. Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru, masyarakat, dan lingkungannya misalnya melalui karyawisata, kunjungan-kunjungan ke museum atau kebun binatang.
Penggunaan pendekatan system dalam lingkungan pendidikan telah menggugah para ahli pendidikan di Indonesia untuk menggunakan media segabai bagian integral dalam program pengajaran. Oleh karena itu program media dilaksanakan secara sistematis berdasarkan kebutuhan dan karakteristik serta diarahkan pada pembahasan tingkah laku siswa yang ingin dicapai. Oleh sebab itu para ahli media telah merumuskan ciri-ciri penggunaan media dalam pendidikan, sehingga terhimpun suatu konsepsi teknologi pendidikan yang mempunyai ciri-ciri
1. Berorientasi pada sasaran atau siswa.
2. Menerapkan konsep pendekatan system.
3. Memanfaatkan sumber media yang bervariasi.
Sejalan dengan makin mantapnya konsepsi tersebut, fungsi media tidak lagi hanya sebagai alat peraga/alat bantu, melainkan sebagai pembawa informasi atau pesan pengajaran terhadap siswa. Di dalam kegiatan belajar mengajar, media pendidikan/pengajaran secara umum mempunyai kegunaan untuk mengatasi hambatan dalam komunikasi, keterbatasan fisik dalam kelas, sikap pasif siswa/mahasiswa serta mempersatukan pengamatan meraka.
Kemudian dengan masuknya pengaruh teknologi audio dan video dalam system pendidikan, lahirlah alat audio visual terutama menekankan penggunaan pengalaman langsung/konkrit untuk menghindari verbalisme.
F. Kesimpulan
Pada saat ini manfaat media pengajaran di kelas antara lain:
1. Membantu memudahkan belajar bagi siswa/mahasisa dan memudahkan membantu mengajar bagi guru/dosen.
2. Memberikan pengalaman lebih nyata (yang abstrak dapat menjadi konkrit)
3. Menarik perhatian siswa lebih besar (jalannya pelajaran tidak membosankan)
4. Semua indra murid dapat diaktifkan. Kelemahan satu indra dapat diimbangi oleh kekuatan indra lainnya.
5. Lebih menarik perhatian dan minat murid dalam belajar.
6. Dapat membangkitkan dunia teori dengan realitanya.
Daftar Pustaka
Arsyad, Azhar Prof. Dr, M.A. 2010. “Media Pembelajaran”. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Usman, M. Basyirudin Drs. M.Pd, dan Prof. Dr. H. Asnawir. 2002. “Media Pembelajaran”. Departemen Agama RI. Jakarta : Delia Citra Utama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar